Secangkir Kopi

Teman minum yang sangat nikmat yang dapat dihasilkan dari biji kopi dari perkebunan

Chocolate Cake

Buah ceri merah hasil dari kebun mempercantik cake

Pancake

Strawberry manis dari kebun.

Olahan Kentang

Hasil hasil dari pertanian diolah menjadi makanan yang menggugah selera

Secangkir Teh

Teman setia untuk menentramkan jiwa

Showing posts with label TERNAK. Show all posts
Showing posts with label TERNAK. Show all posts

2013-09-20

EMPAT ASPEK PENTING DALAM PENYULUHAN PERTANIAN


 Didalam program pembangunan pertanian kita mengenal adanya istilah empat aspek teknologi pertanian yang meliputi Aspek Teknis, Aspek Ekonomi, Aspek Sosial dan Aspek Yuridis. Empat aspek teknologi pertanian ini adalah merupakan salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan pertanian  yang pada akhirnya akan meningkatkan   kesejahteraan petani.
            Kita sadar bahwa didalam pembangunan pertanian ternyata negeri kita Indonesia tercinta yang merupakan negara agraris kenyataanya saat ini masih  jauh lebih tertinggal dibanding Negara tetangga kita, baik kualitas maupun kuantitasnya Padahal pemerintah telah memiliki lembaga penelitian pertanian yang diisi oleh para peneliti handal, telah memilki balai latihan dan keterampilan pertanian yang dilatih oleh para widia iswara yang mumpuni, telah memiliki sarana dan prasarana pertanian yang memadai dan bahkan telah memiliki penyuluh pertanian yang tangkas, tangguh dan tahan banting yang tersebar diseluruh pelososk nusantara. Sebetulnya hambatan apa yang perlu dibenahi sehingga pembangunan pertanian di Indonesia lebih baik dari sekarang ini.
            Perlu kita ketahui bahwa teknologi pertanian kini telah berkembang dengan pesat dan kompleks baik jenis maupun jumlahnya. Perlu kita ketahui bahwa teknologi pertanian itu tidak bisa dipindahkan secara mutlak dari satu daerah kedaerah lainnya, sehingga boleh jadi suatu komoditas dapat kita kembangkan dengan baik didaerah kita, akan tetapi belum tentu berhasil dengan baik apabila dikembangkan didaerah lain, itulah yang namanya komoditas pertanian yang memiliki sifat spesifik karaktersitik agroklimatik.
            Adapun agar supaya teknologi pertanian itu dapat dikembangkan di suatu daerah dengan baik serta dapat meningkatkan produksi pendapatan dan kesejahteraan petani, minimal teknologi pertanian tersebut harus memilki empat aspek  yaitu; Pertama secara teknis teknologi tersebut dapat diterapkan oleh petani setempat secara mudah, yang  kedua teknologi tersebut secara ekonomi dapat menguntungkan petani, yang ketiga teknologi tersebut secara sosial dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat, yang keempat teknologi tersebut secara yuridis tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

1.      Teknologi tersebut secara Teknis dapat diterapkan oleh petani setempat dengan mudah. maksudnya bahwa teknologi tersebut harus dapat dengan mudah diterapkan oleh petani didaerah tersebut dan petani tanpa mengalami kesulitan yang berarti.  Karena apa ?, karena teknologi pertanian memiliki sifat yang tidak bisa dipindahkan secara mutlak dari satu daerah kedaerah lainnya, sehingga untuk mengembangkan suatu teknologi pertanian itu perlu adanya pengujian pada lahan percontohan atau demplot dengan skala kecil dahulu, barulah setelah berhasil teknologi tersebut dapat dikembangkan pada petani lainnya dengan skala yang lebih luas, akan tetapi apabila teknologi tersebut kurang baik atau gagal, maka  teknologi tersebut janganlah sekali disebar luaskan kepada petani lainnya apalagi dipaksakan karena akan dapat menimbulkan kerugian yang besar yang mengakibatkan fatal.
2.      Teknologi tersebut secara eknomi menguntungkan bagi petani, maksudnya teknologi pertanian yang akan dikembangkan itu meskipun secara teknis dapat diterapkan dengan mudah oleh petani setempat, akan tetapi teknologi tersebut  juga harus dapat menguntungkan bagi petani, sehingga dari hasil analisa usaha taninya harus menunjukkan bahwa jumlah korbanan yang dikeluarkan dalam proses produksi itu harus lebih kecil dari pada income atau pendapatan yang akan diterima oleh petani. Dengan kata lain jumlah Outputnya harus lebih besar dari pada inputnya. Menurut Prof. Sudarsono B/C rationya minimal 1,5 artinya apabila korbanan yang dikelurkan petani katakanlah Rp 10.000.000,- maka pendapatan yang harus diterima minimal Rp 15.000.000,-
3.      Secara Sosial dapat diterima oleh sebagian besar lapisan masyarakat. Maksudnya bahwa suatu teknologi pertanian meskipun secara teknik dapat dterapkan oleh petani dengan mudah, secara ekonomi menguntungkan bagi petani, akan tetapi apabila teknologi pertanian tersebut mendapat penolakan sosial atau tidak diterima oleh sebagian kalangan masyarakat, maka teknologi itu janganlah sekali-kali dikembangkan didaerah tersebut, karena apabila teknologi itu tetap dikembangkan,  kita pasti akan mengalami penolakan sosial yang berakibat fatal. Adapun contoh dari kasus semacam ini misalnya janganlah sekali-kalai kita mengembangkan ternak babi pada daerah yang penduduknya mayoritas muslim, karena jika kita tetap ngotot untuk mengembangkannya kita pasti akan mendapat penolakan sosial yang akan mengalami kesulitan pada usaha kita dan bahkan fatal akibatnya.
4.      Secara Yuridis tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.  Maksudnya bahwa suatu teknologi pertanian itu meskipun secara teknik dapat diterapkan oleh petani, secara ekonomi menguntungkan bagi petani, secara sosial dapat diterima oleh sebagian besar kalangan masyarakat, akan tetapi apabila teknologi pertanian tersebut bertentangan dengan hukum yang berlaku, janganlah kita sekali-kali mencoba untuk mengembangkannya. Karena apabila kita bersi keras tetap ngotot  untuk mengembangkannya maka kita akan berhadapan dengan aparat hukum dan bahkan  bisa dipenjarakan.
Adapun contoh dari kasus semacam ini adalah apabila kita mencoba mengembangkan tanaman ganja, opium, khat atau tanaman sejenisnya, pokonya komoditas yang bertentangan dengan hukum yang berlaku maka kita pasti akan berhadapan dengan aparat yang berwajib.
            Dari ke empat aspek teknologi pertanian tersebut diatas, maka kita selaku petani atau pengusaha pertanian haruslah dapat mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum teknologi pertanian tersebut kita kembangkan  lebih lanjut,
            Demikian sekilas informasi teknologi pertanian semoga dapat menjadi bahan masukan bagi pelaku pertanian yang ingin mengembangkan komoditas pertanian secara professional.(M.Syah)

2013-09-19

MARI MEMBUAT BANDENG PRESTO


1.      Materi yang dikonsultasikan ;
Ikan Bandeng yang merupakan hasil dari perikanan tambak pada saat panen raya jumlahnya cukup melimpah dan harganya relatif  murah apabila dijual dalam bentuk bandeng tanpa olahan, namun apabila dijual dalam bentuk olahan misalnya dalam bentuk Bandeng Presto harganya cukup tinggi, bisa tahan lama dan bisa dijual keluar daerah. Bagaimana Teknik dan Cara Pembuatan Bandeng Presto

2.      Permasalahan.
a.       Ikan Bandeng pada saat panen raya jumlahnya cukup melimpah dan harganya relatih murah sehingga kurang menguntungkan petani
b.      Ikan Bandeng harganya akan lebih tinggi apabila dibikin menjadi olahan lain seperti bandeng presto
c.       Untuk Pembuatan Bandeng Presto Petani pada umumnya belum menguasai teknik dan caranya,

3.      Pemecahan masalah.
Pembuatan Bandeng Presto pada dasarnya mudah dilakukan oleh petani khususnya para ibu-ibu, Teknik dan caranya hampir sama dengan proses pembuatan masakan lainnya yaitu memerlukan bahan-bahan dan peralatan sebagai berikut :
Bahan :
·         2 kg bandeng (kira-kira isi 6 ekor)
·         1 butir ragi tapai, haluskan
·         3 sdm garam
·         2 sdm air asam Jawa
·         10 lembar daun salam
·         10 cm lengkuas, iris, memarkan
·         5 btg serai, memarkan
·         2 liter air
·         daun bambu/daun pisang
Bumbu, haluskan :
·         15 butir bawang merah
·         15 siung bawang putih
·         10 cm jahe
·         6 cm kunyit
·         15 btr kemiri, sangrai
·         1 sdm ketumbar, sangrai
·         1/2 sdm garam
Cara Membuat Bandeng Presto :
  1. Buang insang dan isi perut bandeng. Cuci bersih, tiriskan.
  2. Campur ragi dan garam, lumurkan pada bandeng. Diamkan kira-kira 2 Pukul. Cuci di air mengalir. Tiriskan kembali.
  3. Lumuri bandeng dengan bumbu halus hingga rata. Alasi masing-masing bandeng dengan daun bambu, kalau tidak ada gunakan lembaran daun pisang.
  4. Tuang 1 liter air dalam panci presto. Beri daun salam, lengkuas, dan serai. Letakkan klakat di atasnya (air tidak boleh lebih tinggi dari klakat)
  5. Taruh bandeng yang telah dilumuri bumbu di atas klakat. Atur rapi searah disetiap lapis. Lapis berikutnya melintang. Tutup panci rapat. Masak hingga panci berdesis. Masak selama 30 menit. Matikan api.
  6. Biarkan panci dingin, buka tutupnya, tuangi lagi air perlahan melalui sisi-sisi panci, lagi, jangan sampai air melebihi klakat. Masak kembali selama 30 menit sejak panci berdesis. Dinginkan panci. Buka tutupnya, angkat bandeng. Tiriskan. Bandeng siap digoreng.
  7. Kocok lepas 1 butir telur, potong bandeng serasi, celupkan pada telur, goreng di minyak panas. Sajikan dengan sambal bajak.
Tips Bandeng Presto :
  • Yang mau bandengnya agak kuning, boleh ditambahkan kunyitnya.
  • Gunakan pisau taPukul untuk mengiris bandeng presto agar potongan halus dan tidak remuk.
  • Kalau mau bandeng presto goreng lebih garing, gunakan tepung bumbu untuk menggorengnya.
Demikian Teknik dan cara pembuatan Bandeng Presto secara sederhana, semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu petani didalam pengolahan hasil usaha taninya.(M.syah)

CARA MENGATASI KEGAGALAN PADA KAWIN SUNTIK (IB)


1.      Materi yang dikonsultasikan ;
·        Mengapa dalam pelaksanaan Inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik  pada ternak sapi sering mengalami kegagalan atau tidak terjadi pembuahan sehingga sapi tidak bunting ?

2.     Permasalahan ;
·        Petani belum tahu kapan saat yang tepat sapi harus dikawinkan.
·        Kadang kala ada bibit atau straw yang sudah kedaluwarsa.
·        Keterampilan atau skil dari Petugas IB yang masih kurang.
·        Sapi dibawah umur kadang kala sudah dikawinkan.
·        Belum adanya tanda-tanda birahi pada sapi.

3.      Langkah-langkah yang perlu dilakukan.
Ø  Sapi betina siap untuk dikawinkan berumur kurang lebih 18 bulan.
Ø  Adanya tanda-tanda birahi pada alat kelamin betinanya dan menunjukkan adanya 3ABC (Abang, abuh, anget) bengak-bengok, clingkrak- clingkrik.
Ø  Sapi sering menaiki temannya, gelisah dan nafsu makan menurun
Ø  Lama birahi sapi betina rata-rata 21 hari, dan masa birahi + 36 Pukul.
Ø  Adapun saat yang tepat sapi dikawinkan adalah pada saat sedang birahi, yaitu apabila sapi birahi pada pagi hari Pukul 10.00, maka sapi harus dikawinkan pada siang hari atau sore harinya, apabila dilkawinkan pada hari berikutnya atau keesokan harinya maka sudah terlambat.
Ø  Apabila terjadi birahi pada siang hari sampai Pukul 15.00, maka sapi harus dikawinkan pada sore hari atau malam harinya. Apabila terpaksa paling lambat sapi harus dikawinkan pada pagi keesokan harinya, maksimal pada Pukul 08.00 pagi hari, bila melebihi maka sudah terlambat.
Ø  Apabila sapi birahi pada malam hari, maka sapi harus dikawinkan pada malam itu juga, atau sampai dengan keesokan harinya sebelum Pukul 10.00, apabila melebihi dari Pukul 10.00 pagi, maka sudah dianggap terlambat dan kemungkinan besar pembuahan gagal.

Demikian beberapa penjelasan atau keterangan tentang teknik dan cara pelaksanaan inseminasi buatan pada ternak sapi, semoga dapat bermanfaat dan berhasil bagi yang melakukan konsultasi. ( M.Syah)