Secangkir Kopi

Teman minum yang sangat nikmat yang dapat dihasilkan dari biji kopi dari perkebunan

Chocolate Cake

Buah ceri merah hasil dari kebun mempercantik cake

Pancake

Strawberry manis dari kebun.

Olahan Kentang

Hasil hasil dari pertanian diolah menjadi makanan yang menggugah selera

Secangkir Teh

Teman setia untuk menentramkan jiwa

Showing posts with label BUDIDAYA. Show all posts
Showing posts with label BUDIDAYA. Show all posts

2013-09-21

BAYAM TANAMAN SAYURAN BERGIZI TINGGI


  Bayam adalah merupakan tanaman sayuran yang masuk kedalam tanaman dwi musim dan umumnya berbentuk semak. Tanaman ini dapat tumbuh sepanjang tahun dan tumbuh di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi. Pertumbuhan yang baik terdapat pada tanah yang subur dan gembur pada lahan yang agak terbuka dengan pH tanah antara 6-7. Waktu penanaman yang baik yaitu pada awal musim hujan akan dapat pula ditanam pada musim kemarau.
Bayam umumnya banyak mengandung vitamin A dan C serta sedikit vitamin B, garam mineralyang penting seperti kalsium, posphordan zat besi. Daunnya dapat digunakan sebagai konsumsi seperti sayur lodeh, pecel, sayur bening, gado-gado dan bahkan banyak lagi kegunaan lainnya. Sedangkan manfaat untuk fungsi tubuh yaitu dapat memperbaiki kerja buah pinggang dan mengandung serat-seratan sehingga dapat melancarkan proses pencernaan makanan.
Bayam dikenal ada dua macam yaitu:
  1. Pertama bayam cabut atau bayam sekul (Amaranthus tricolor l) Bayam jenis ini batangnya ada yang berwarna kemerah-merahan dan adapula yang berwarna hijau keputih-putihan biasanya dipanen secara cabutan dan dijual dalam bentuk ikatan.
  2. Bayam tahunan atau bayam sekop atau bayam kakap ( Amaranthus hybridus) jenis bayam ini mempunyai daun yang lebar dan dipanen  daunnya saja
Cara bercocok tanam
Pengolahan tanah.
Pencangkulan tanah untuk bayam cabutan sedalam + 25 cm, sedangkan untuk bayam + 30 cm. Pemupukan dengan pupuk organic ; 30 -40 kg/10m2, untuk bayam cabutan. Sedangkan untuk bayam tahunan ; 40-50 kg/10m2. Bedengan dibuat dengan ukuran 1.5 meter dan panjang disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Penanaman
Sebelum disebarkan pada bedengan yang basah, biji bayam yang halus harus sudah  diaduk  rata dengan campuran pasir atau abu dapur kering dalam perbandingan 1: 15. Kebutuhan benih bayam untuk tiap 10 m2 bedengan + 10 gram, yang berisi kira-kira 10.000 butir biji  kalau dengan takaran +3 sendok teh. Tebarkan biji yang telah dicampur dengan pasir tadi secara merata. Penyiraman dilakukan dengan cara hati-hati  menggunkan gembor yang lubang saringannya kecil  siramlah pada setiap pagi dan sore, dan biasanya pada hari yang kelima bibit bayam sudah mulai berkecambah.

Pemupukan.
Pemupukan susulan dapat dilakukan dengan pupuk urea sebanyak 0,5 kg setiap 10 m2, yang sebelumnya pupuk tersebut dilarutkan dalam air sebanyak 50 liter air. Pemupukan dilakukan pada hari ke 10 dan diulang lagi pada hari yang ke 20
Penjarangan tanaman
Untuk jenis bayam cabutan pada hari ke 20 dan ke 25 serta hari ke 30 dilakukan penjarangan yang berupa panenan pencabutan. Tiap panen dipilih tanaman yang besar-besar saja. proses penjarangan pencabutan ini harus hati-hati agar tidak merusak tanamanbayam yang masih tertinggal. Pada hari ke 35 - 50 tanaman bayam praktis harus dicabut seluruhnya karena tanaman sudah relatih tua. Pada jenis bayam tahunan tanaman dapat terus diperjarang sampai pada hari yang ke 35, sehingga tanaman berjarak 50 x 40 cm selanjutnya dapat dipanen daunnya sampai tanaman berumur 60 hari
Hama dan penyakit.
Pada tanaman bayam gangguan hama dan penyakit relative sedikit, kadang kala hanya ulat daun dan gangguan lain berupa gulma rumput-rumputan, teruatama teki, lempuyangan dan jajagoan cara pengendalian hamanya yaitu dtangkap dan dan bunuh yang dikenal dengan cara pengendalian mekanis, sedangkan untuk pengendalian gulmanya cukup dicabut saja dengan tangan atau soled.
Potensi hasil
Hasil yang diperoleh untuk tanaman bayam cabutan sebanyak + 750kg/ m2/35 hari, sedangkan untuk tanaman bayam tahunan diperoleh hasil 30kg/10m2/50 hari.
Dermikian teknik dan cara budidaya tanaman bayam semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.(M. Syah)

TANAMAN ANGGUR HIJAU MUDAH DIBUDIDAYAKAN



Anggur adalah merupakan  merupakan nama dari tanaman buah perdu yang merambat dan juga nama jenis buah-buahan yang sudah tidak asing lagi bagi kita, khususnya masyarakat Indonesia. Buah anggur biasanya selalu ada disepanjang tahun, sehingga  boleh  dikatakan bahwa buah anggur ini tidak mengenal musim. 
Anggur yang telah lama dikenal dikalangan masyarakat Indonesia, baik masyarakat yang tinggal perkotaan maupun pedesaan, anggur selalu tersedia dan ada di dimana-mana mulai dari, super market, pasar besar  maupun  pasar tradisional,  sehingga kita relatif mudah untuk mendapatkannya.
 Anggur konon kabarnya berasal dari Armenia,buah anggur banyak digemari orang, mulai dari kalangan masyarakat kelas atas hingga masyarakat kelas bawah, dari orang dewasa hingga anak-anak, mereka setidak-tidaknya pernah melihat atau bahkan minimal pernah mencicipi rasa manis dan segarnya buah anggur.
Mengingat begitu banyaknya  masyarakat yang menyukai buah anggur  dan bahkan  banyak dari mereka yang ingin memiliki tanaman buah anggur itu sendiri, maka melalui tulisan ini kami mencoba memberikan resep mengenai Teknik dan cara membudidayakan tanaman anggur secara baik dan benar,  serta rahasia-rahasianya.
Anggur termasuk tanaman marga Vitis. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan, yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca.
Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri:
  1. Kulit tipis, rasa manis dan segar.
  2. Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering.
  3. Termasuk jenis ini adalah Gros Colman, Probolinggo Biru dan Putih, Situbondo Kuning, Alphonso Lavalle dan Golden Champion.
Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine, dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli.
 SYARAT TUMBUH
A.       Iklim
  1. Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, terutama di tepi-tepi pantai, dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan.
  2. Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur.
  3. Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit.
  4. Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya.
  5. Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %.
B.      Media Tanam
  1. Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir, lempung berpasir, subur dan gembur, banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.
  2. Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral).

C.       Ketinggian Tempat
Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Buah anggur banyak digemari orang, mulai dari kalangan masyarakat kelas atas hingga masyarakat kelas bawah, dari orang dewasa hingga anak-anak, mereka setidak-tidaknya pernah melihat atau bahkan minimal pernah mencicipi rasa manis dan segarnya buah anggur.
Mengingat begitu banyaknya lapisan masyarakat yang menyukai buah anggur,  dan bahkan  dari mereka banyak yang ingin memiliki tanaman anggur itu sendiri, maka melalui tulisan ini kami mencoba memberikan resep mengenai Teknik dan cara membudidayakan tanaman anggur secara baik dan benar.
Tanaman anggur sebetulnya merupakan tanaman yang relatif mudah untuk dibudidayakan, baik pada tanah tegalan, tanah pekarangan maupun pada halaman rumah, yang penting dalam budidaya tanaman anggur ini, lahan yang akan ditanami janganlah ternaungi, diharapkan sinar matahari  dapat menyinari permukaan lahan sepanjang hari.
Tanaman anggur apabila dibudidayakan dengan teknik  dan cara yang benar sesuai dengan petunjuk yang dianjurkan, baik itu teknik penanam, pemupukan, penyiraman, dan pemangkasan serta perawatannya, Insya Allah pada umur kurang lebih satu tahun tanaman anggur, yang anda tanam sudah dapat  dinikmati hasilnya.
Adapun cara membudidayakan  tanaman anggur yang baik dan benar adalah sebagai berikut;
1.      Pemilihan lahan.
Pertama-tama pilihlah lahan yang akan ditanami,  lahan atau tempat yang akan ditanami hendaknya tidak ternaungi, sehingga sinar matahari dapat menyinari keseluruh tanaman anggur secara penuh dan merata pada permukaan daun-daun.
Karena Cahaya Matahari merupakan faktor yang sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan, perkembangan dan pembuahan tanaman anggur.
Cahaya matahari sangat berperan dalam proses fotosintesis dalam pembentukan karbohidrat yang berupa zat-zat  gula atau glucose yang rasanya manis, adapun bentu reaksi fotosintesisnya adalah sebagai berikut;
6 CO2 + 6 H2O Sinar matahari+ Klorofil ------- > C6H12O6  + 6 O2
Dimana (C6H12O6) inilah  yang merupakan  unsur glucose  atau zat -zat gula  yang banyak terkandung didalam buah anggur, sehingga buah anggur rasanya manis.
2.      Membuat stek tanaman anggur
Teknik pembuatan stek tanaman anggur, pertama pilihlah tanaman anggur yang telah berbuah minimal telah berumur 3 tahun keatas. Dengan syarat utama bahwa tanaman yang akan diambil untuk bahan stek,harus benar-benar merupakan  jenis unggul, sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. Janganlah  sekali-kali anda mengambil bahan stek dari tanaman anggur yang belum pernah berbuah sama sekali,  karena dari pengalaman yang penulis alami, tanaman akan sulit untuk berbuah dan bahkan kadang-kadang  tidak mau berbuah sama sekali.
      Selanjutnya ambillah bahan stek dengan 2-3 mata tunas dengan ukuran diameter sebesar pensil atau kurang lebih berdiameter 1 Cm, warna dari bahan stek pilihlah yang sudah berwarna kecoklat-coklatan. Jangan mengambil bahan stek yang terlalu muda atau terlalu tua, upayakan yang umurnya sedang-sedang saja, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya  akan lebih  cepat dan baik.
      Buatlah media untuk menanam stek yang terdiri dari; tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1, kemudian masukkan media tadi kedalam polybag yang telah disediakan. Umumnya polybag  terbuat dari bahan plastik dengan ukuran dimeter +10 Cm,  pada bagian bawah dan samping dari polybag  diberi lubang-lubang. Hal ini untuk mengatur kelembaban media tumbuh sehingga air yang berlebihan dapat dialirkan.
      Selanjutnya Bahan stek yang telah disiapkan tadi, tanamlah pada polybag.  Dimana setiap polybag cukup diisi dengan satu stek  dengan kedalaman penananam kurang lebih separoh dari tinggi media dalam polybag tersebut. 
Kemudian setelah stek anggur ditanam pada polybag, siramlah tanaman setiap hari dengan air bersih secukupnya. Insya Allah pada hari kelima belas dari penanaman, biasanya stek sudah mulai tumbuh tunas-tunasnya. Selanjutnya pada umur 1-2 bulan, stek tanaman anggur sudah bisa untuk ditanam dilapangan.

3.      Buatlah lubang tanaman dengan ukuran 40x40x40Cm dengan cara digali  menggunakan cangkul,  selanjutnya tanah hasil galian tadi dicampur dengan pupuk kandang atau bokasi dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Jangan lupa tambahkan pupuk anorganik NPK sebanyak  100 gram,  selanjutnya hasil campuran media tanam tadi, masukkan kembali kedalam lubang tanam.

4.      Tanamlah bibit anggur yang telah dipersiapkan tadi pada lubang tanaman,  jangan lupa buanglah polybag atau kantong plastiknya dengan pisau secara  hati-hati dan upayakan tanahnya jangan sampai pecah, sehingga tidak merusak perakaran. Kemudian setelah itu tanaman  diberi ajir setinggi 2,5 meter, hal ini sebagai lanjaran atau rambatan tanaman anggur nantinya.

5.      Siram tanaman anggur yang telah ditanam setiap hari, pupuklah dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 1 sendok makan setiap 2 minggu sekali secara rutin.  Setelah tanaman mencapai ketinggian 2,5 meter mulai dibuat anjang-anjang atau para-para untuk rambatan tanaman nantinya.
Adapun ukuran dari pada para-para tersebut kurang lebih; lebar 1,5 meter, panjang 4 meter atau disesuaikan dengan keadan  serta tinggi  para-para kurang lebih 2,5 meter.

6.      Setelah tanaman anggur mencapai ketinggian + 2,5 meter, bentuklah tanaman anggur dengan cara mengatur percabangan dengan rumus 1:3:9 artinya dari 1 batang anggur dibuat menjadi tiga cabang, dan kemudian dari tiap cabang tadi dikembangkan menjadi 3 cabang lagi. Sehingga jumlahnya  menjadi 9 cabang.
Cabang-cabang inilah yang nantinya dijadikan sebagai calon cabang untuk pembungaan yang menghasilkan buah nantinya.

7.      Setelah tanaman anggur  berumur  +12 bulan, tanaman harus sudah mulai dipupuk dengan pupuk NPK dengan dosis  500 gram/tahun. Cara pemberian pupuknya yaitu dua kali pertahun, pertama pada saat awal musim penghujan, selanjutnya pemupukan yang kedua dilakukan pada akhir musim penghujan.  Selanjutnya pada saat tanaman sudah berumur 1 tahun.tanaman mulai diadakan pemangkasan pembungaan;  caranya adalah sebagai berikut:
Pangkaslah semua ranting-ranting pada cabang yang telah dibentuk tadi, diatas ruas ketiga, sehingga tiga ruas dibawahnya jangan dipangkas, dan ruas-ruas inilah yang akan menghasilkan buah anggur nantinya. Jangan lupa buanglah semua daun-daun yang ada pada ranting-ranting  tadi,  hingga terlihat gundul tanpa sehelai daun pun yang menempel.

8.      Siramlah tanaman anggur secara rutin, dua kali sehari.  Setelah +2 minggu dari pemangkasan, biasanya tanaman anggur sudah mulai tumbuh tunas-tunas baru, bersamaan dengan tumbuhnya tunas-tunas baru tadi, tanaman anggur sudah mulai berbunga. Kemudian setelah 2-3 bulan dari pembungaan tadi,  maka buah anggur sudah mulai tua dan mulai matang,  pada saat itulah buah anggur sudah saatnya  untuk dipetik dan dikonsumsi.

Demikianlah teknologi budidaya tanaman anggur secara  benar, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia. Selamat mencoba semoga berhasil.(M.Syah)

BUDIDAYA TANAMAN LADA


 
Tanaman Lada (Peper negrum L) berasal dari daerah India, di Indonesia jenis tanaman in sudah tidak asing lagi, hampir diseluruh kepulauan nusantara terdapat tanaman ini. Beberapa manfaat yang dapat diambil dari tanaman lada ini banyak sekali, sebagaian besar penduduk di Indonesia  sampai sekarang masih mempergunakan lada ini sebagai bumbu masakan, untuk keperluan bahan obat-obatan maupun bahan kosmetika.
Syarat tumbuh tanaman ini menghendaki tanah yang subur, gembur, draenase dan aerase baik, curah hujan yang sesuai untuk jenis tanaman ini antara 2000-2500 mm tiap tahun. Pada ketinggian tanah 600 meter dari permukaan laut (DPL) tanaman ini masih dapat berkembang dengan baik.
Perkembang biakan tanaman lada ini dapat dilakukan dengan menggunakan biji  maupun stek, tetapi yang lazim dilakukan adalah dengan menggunakan stek, karena dengan cara ini tanaman akan cerpat berbuah diperoleh tanaman yang seragam, adapun  yang paling utama adalah diperoleh sifat keturunan dari induknya yang masih dalam keadaan utuh.
Pembuatan stek lada dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan stek panjang dan stek pendek. Stek panjang yaitu dengan menggunakan tujuh ruas, sedangkan untuk stek pendek cukup dengan satu ruas saja. Keuntungan pemakaian stek satu ruas ini adalah bahwa kebutuhan bahan yang digunakan untuk tanaman relative lebih sedikit, dibandingkan dengan menggunakan stek panjang, dengan kata lain menghemat bahan tanaman untuk stek.
Resiko kematian pada stek satu ruas ini apabila ditanaman lebih kecil, karena bibit asal stek satu ruas umumnya sudah siap untuk dipindahlkan, akan tetapi pemakaian stek satu ruas inipun ada pula kelemahannya yaitu pembuatan steknya harus disemaikan terlebih dahulu  dan baru bisa ditanaman setelah stek berumur 4-5 bulan di pesemaian. Pada umur ini keadaan tanaman telah bertdaun sebanyak 4-5 helai dan tingginya telah mencapai 30-40 cm.

PEMILIHAN BAHAN TANAMAN UNTUK STEK
Stek diambil dari bahan tanaman yang berasal dari batang atau sulur, pengambilan sulur/cabang yang benar akan diperoleh hasil yang baik. Sulur tanaman lada dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:
a.     Sulur panjat. Sulur panjat ini ditandai dengan adanya akar lekat yang ada pada ruas-ruasnya, ini merupakan ciri khusus dari pada sulur panjat. Akar lekat ini berfunbgsi untuk memanjat pada lanjarannya. Ciri lain pada sulur panjat ini adalah mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat.
b.     Sulur buah
Pertumbuhan sulur buah ini mendatar, sulur ini tidak mempunyai akar lekat pada ruas-ruasnya, sulur ini  kan memproduksi buah.

c.      Sulur gantung.
Sulur gantung merupakan cabang yang tumbuh menggelantung kearah bawah, sulur ini tidak baik untuk menghasilkan buah maupun untuk stek. Apabila sulur ini dibiarkan akan tumbuh terus dan apabila tanpa dipangkas akan mengganggu pertumbuhan sulur buah.
d.    Sulur tanah
Cabang yang tumbuh dari batang  menjalar dipermukaan tanah disebut sulur tanah, sulur ini serbaiknya dipangkas saja, karena tidak dapat memberikan hasil yang baik.

Dari keempat sulur tersebut yang paling baik untuk digunakan sebagai bahan stek adalah sulur panjat, sebab disamping cepat pertumbuhannya, sulur ini adalah tumbuh memanjat pada tajarnya. Walaupun sulur buah dapat dipergunakan untuk bahan stek, akan tetapi sulur ini pertumbuhannya lebih lambat dan lebih awal mengeluarkan bunga, kendati keadaan batangnya belum mampu atau belum siap untuk berproduksi. Biasanya jumlah produksi yang dihasilkan oleh sulur panjat ini lebih tinggi dari pada sulur jenis lainnya.

MENENTUKAN BAHAN STEK.
Bahan stek diperoleh dari kebun induk yang terawat baik, bebas dari hama dan penyakit, berasal dari tanaman yang telah berumur 3-4 tahun, dapat juga diambil dari kebun khusus perbanyakan.
Sebaiknya stek diperoleh dari induk yang jelas varietasnya, apabila tidak bisa memperoleh varietas unggul, dapat mempergunakan variertas yang sudah beradaptasi dengan daerah setempat. Sulur dalam keadaan sehat, subur dan sudah setengah mengkayu (berkayu), memilki mata tidur pada ketiak daun.

CARA PEMBUATAN PESEMAIAN STEK SATU RUAS.
Pembuatan stek satu ruas bisa dilakukan pada bedengan maupun polybag. Apabila menggunakan polybag, tanah agar dicampur dengan pupuk kandang. Perbandingan 1/3 bagian tanah, 1/3 bagian pupuk kandang dan 1/3 bagian pasir. Tujuan  dari pada pemberian pasir dimaksud agar supaya media tanam menjadi ringan, sehingga akar tanaman mudah menembus tanah dan tumbuh subur.
Pesemaian pada bedengan, ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan stek yang kita perlukan. Jumlah pemberian pupuk kandang pada bedengan sebanyak 1-2 kg setiap meter persegi, adapun fungsi pupuk kandang ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi remah.
Setelah bedengan atau polybag siap ditanami, bibit berupa bahan tanaman untuk stek dipatong sepanjang 1 (satu ) ruas, pemotongan kurang lebih 1 cm diatas ruas. Stek ini mempunyai 1 helai daun dan diupayakan agar setiap stek mempunyai 1 helai daun, hal ini untuk membantu proses photo synthesis.
Kedalaman penanaman stek sepanjang ruas stek tersebut, sehingga stek masih kelihatan 1 cm diatas ruas dari permukaan tanah. Sebelum ditanam stek tersebut sebaiknya dicelupkan terlebih dahulu kedalam larutan ZPT (zat perangsang tumbuh) dengan konsentrasi 10 %, apabila menggunakan Rotone f agar dibuat pasta terlebih dahulu.
Pada waktu penanaman tanah harus dalam keadaan basah, sebab untuk memudahkan penanaman stek.  Adapun penanaman dengan bedengan jarak tanaman yang digunakan 5-10 cm, sedangkan penanaman dengan menggunakan polybag dapat diatur sesuai dengan situasi dan kondisiatau keinginan kita.
Intensitas sinar matahari dalam bedengan diusahakan 50 %, sedangkan bila menggunakan polybag, stek lada sebaiknya disungkup dengan plastik yang tembus pandang (transparan), umunya lama penyungkupan berkisar antara 2-3 minggu hal ini untuk merangsang pertumbuhan  tunas.

PEMELIHARAAN PESEMAIAN STEK
Untuk menjaga kelembaban dan memenuhi kebutuhan air, maka pesemaian perlu dilakukan penyiraman. Pada tanah yang normal penyiraman dilakukan 1 kali sehari, sedangkan untuk tanah yang porositasnya tinggi dapat disiram dua kali dalam sehari atau disesuaikan situasi dan kondisi.
Pemeliharaan selanjunnya yaitu menyiangi gulma atau rumput-rumputan yang tumbuh disela-sela stek. Selanjtnya pemindahan stek kelapangan atau ke kebun permanen dilakukan setelah stek berumur 4-5 bulan, dimana stek telah berdaun kira-kira 4-5 helai dan tingginya telah mencapai 30 -40 cm
Demikian teknik perbanyakan tanaman lada dengan menggunakan stek satu ruas semoga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya. (m.syah)